Laman

Sabtu, 23 April 2011

Dahomy Mazone ... Prajurit Wanita Yang Paling Banyak Menewaskan Prajurit Prancis

Dahomy Amazone, atau Mino, adalah Fon (kelompok etnis dan bahasa utama Afrika Barat di negara Benin, dan Nigeria barat daya) resimen militer yang semuanya perempuan di Kerajaan Dahomey (sekarang Benin), yang berlangsung sampai akhir abad ke-19.



Mereka dinamakan demikian oleh pengamat Barat dan sejarawan karena kesamaan mereka dengan semi-mitos Amazon Anatolia kuno dan Laut Hitam.





Prajurit Mino direkrut diantara ahosi ("istri raja"), yang sering berjumlah ratusan. Mereka dilatih dengan latihan fisik intens. Disiplin telah ditekankan.



Pada periode terakhir, mereka dipersenjatai dengan senapan Winchester, dan pisau.Unit ini berada di bawah komando seorang perempuan. Tawanan yang jatuh ke tangan prajurit Amazon ini sering dipenggal.



Tentara Perancis banyak menjadi korban saat bertempur melawan mereka karena kecakapan dan ketangguhan setiap prajurit amazon ini dalam pertempuran itu disebut setara dengan tentara elite pria dari pihak negara kolonial. Mantan Prajurit Amazon of Dahomey terakhir meninggal pada tahun 1979

Inilah Gambaran Pejabat DPR Indonesia .. ? Apa Iya Sich Kaya Gitu ... ?

masih bilang klo ga sengaja lihat? Maluuuuuu pak!

tolong bangun pak, kalo molor terus begini gmn nasib rakyat pak, jangan sepelekan rakyat, tolong jangan remehkan urusan rakyat.......


WTF??


ckckckckc.....


ya Tuhan....


Gile man, jaman udah edan!!!


pak.... bu..... bangun bangun woi, ayo bangun..., pindah ke kamar, kalo tidur kira kira donk tempatnya..... atau rakyat perlu ngumpulin koin buat beli kasur nih....


Bos, Kerja dong... btw itu BB dibeli dari duit Rakyat kan?


Haduh.... Malah Gladi Resik Molorrrrr......... Rakyat sedang nunggu hasil sidang bos


Anggota DPR justru menggunakan wibawa untuk menunjukan naluri binatangnya, soal korupsi, suap, dan nafsu syahwat bagian dari naluri binatangnya
[Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti]

DPR sekarang lebih banyak mudaratnya daripada maslahatnya. Oleh karena itu, sebaiknya DPR berhenti bersidang. Sebaiknya reses dilanjutkan saja sampai masa kerja berakhir pada 2014, sampai dilahirkan DPR yang baru hasil pemilu mendatang.

Anggaplah DPR yang sekarang ini koma, pingsan berat, akibat keracunan duniawi. Kiranya untuk sementara negara ini lebih baik berjalan tanpa DPR yang dekaden itu